Raditya Kertiyasa

Pasar Sore Ramadhan Kauman

Bulan puasa di Indonesia selalu adalah bulan yang eventful. Tak terkecuali di Yogyakarta. Salah satu hal yang pasti muncul di saat bulan puasa adalah pasar takjil. Mendadak semua orang ingin berjualan takjil dan jalanan pun menjadi lebih ramai daripada biasanya di jam-jam menjelang saat berbuka puasa. Bagi orang yang suka berburu makanan dan cemilan tradisional khas daerah masing-masing, ini adalah waktu yang tepat!

Kali ini saya berkesempatan jalan-jalan ke Pasar Sore Ramadhan di Kauman. Yuk mari ikut melihat bagaimana suasananya.

Pintu masuk menuju ke Pasar Sore Ramadhan Kauman. Sebenarnya hanya gapura masuk ke gang di hari-hari biasa, dan sayang sekali spanduk itu justru merusak pemandangan.

Gang yang di hari biasa hanyalah salah satu dari sekian banyak “jalan tikus” di daerah ini disulap menjadi pasar jajanan dan makanan yang meriah. Seperti biasa, harganya sangat bersahabat dengan kantong kita, dan pilihannya banyak sekali. Berbahagialah hai para penyuka makanan dan cemilan!

Masuk sekitar 10 meter ke dalam gang, lalu keramaian ini pun tampak.
Awas jangan sampai nyasar masuk rumah orang di tengah ramainya pasar dadakan ini.
Aneka macam lauk pauk tersedia.
Banyak yang membawa serta suami, istri, atau anak-anaknya ke tempat ini.
Antusiasme para pemburu takjil terlihat di mana-mana.
Mie goreng, bihun. tempe/tahu bacem, telur puyuh, dan aneka jajanan ala angkringan juga ada.
Rupa-rupa cemilan berbagai bentuk dan warna ada di sini.
Jangan sampai kehabisan!
Pulang dari sini membawa clorot dan resoles. Menyenangkan!

Jika kita masuk lebih jauh ke gang ini, kita bisa melihat rumah-rumah penduduk yang seringkali masih asli jaman dulu. Mungkin nanti kapan-kapan akan ada photoblog post tentang rumah-rumah lawas di seputaran kampung Kauman ini.

Selamat menikmati perburuan takjil, dan buat saudara-saudaraku yang beribadah puasa, selamat beribadah, Gusti tansah mberkahi.

Cheers!

Exit mobile version